.

.

Friday, 6 June 2014

Pegangan.


Ketika sedih, keluarkanlah
menangislah
luapkanlah
jangan biarkan hatimu luka lagi
pun aku tau betapa sulitnya
tapi cobalah.
Karena ada yang mendengar
karena ada yang ikut terluka hatinya
karena ada yang tak suka
melihat engkau menderita
melihat engkau menangis
pun akibat bodohmu sendiri.
Meski tak bisa
tetap cobalah,
bahasakan kesedihanmu
lewat lagu dan senandung pilu
lewat tangisan tanpa kata
lewat frasa.
Tapi jangan biarkan batinmu luka lagi.
Karna ada seseorang
yang akan memenuhimu dengan sukacita
Ia merasakan apa yang kau rasa
Ia ada
sebab benarlah Ia juga sungguh manusia
Ia ikut terluka
karena cinta
sebab cintaNya ada padamu
cintaNya melekat padamu
cintaNya mampu menyembuhkanmu
percayalah,
berpeganglah.
Menangislah
Ia sedang mengusap wajahmu
perlahan
penuh sayang
biarkan Ia menyembuhkanmu

Untuk Kamu; Kosong


Selamat!

Tak perlu kaget
ini memang tulisan untukmu.
Terimakasih,
sekali lagi kau mengunjungiku
berarti sekali lagi kau ingat akan aku.
Iya,
ini benar-benar tulisan untukmu.
Selamat!

Tak perlu khawatir.
Bukankah sudah kau temukan bahagiamu?
Bukankah genap sudah keinginanmu?

Mungkin memang bukan cinta yang menarik hatimu
bukan sayang, aku tak menyebut itu cinta
mungkin memang persepsi kita berbeda.
Tapi kau cari bahagia tanpa cinta
lalu kau temukan yang sementara
terus kau bilang,
akhirnya
terus kau bilang,
lengkap sudah
terus kau bilang,
semangatmu kembali
terus kau bilang,
hidupmu tak hampa lagi.

Sesungguhnya, sayang
kau masih kosong
dan begitu tinggi.
Kau cari aku untuk mengisimu,
tapi kau ambil dari yang lain.
Mungkin karena aku yang tak sampai
tak cukup mengisimu.
Kau; kosong
seperti itu pula kau membuatku,
kosong.

Selamat,sayang
menurutmu kekosonganmu hilang
tapi tetap kubilang kosong
seperti kekosonganku.
Karena bukan aku yang tidak mengenalmu
tapi kau yang tak cukup pintar mengenaliku.

Sekali lagi, selamat!
Terimakasih
telah mengoyak hati ini
sekali lagi.

030614, 1527

Tuesday, 7 January 2014

Mereka yang Menulis Puisi


mereka yang menulis puisi
adalah mereka yang rindu bahagia
mereka melukis dengan tinta dari hati
menari di atas luapan emosi
menyanyikan kerinduan jiwa
dan senandung-senandung mesra

mereka yang menulis puisi
adalah mereka yang bijak
jenius dalam berkata-kata
tanpa intensi memegahkan diri
bagi mereka lebih baik bungkam
daripada berceloteh sana-sini

mereka yang menulis puisi
juga mereka yang gemar bersembunyi
dari dunia yang semakin ngeri
membentengi diri bait demi bait
berlindung di balik diksi

mereka yang menulis puisi
merekalah yang paling butuh dimengerti
mereka menangis tanpa tahu apa yang ditangisi
mereka merintih juga menikmati perih
mereka menjerit, pun lewat frasa
meski tetap jarang yang mengerti

mereka yang menulis puisi
mereka yang takut dan telah dikhianati...

seperti mereka yang cinta laut,
namun tak bisa berenang
seperti mereka yang cinta hujan,
namun takut kebasahan
seperti mereka yang cinta hutan
namun takut sendirian

bingung?
aku juga

mungkin karna itulah aku menulis puisi
ya, bisa jadi

mereka yang menulis puisi
adalah mereka yang kebingungan
akan hidup, tujuan, masa depan
akan cinta
akan dunia
dengan segala manusia dan alam pikirnya

 
Template by suckmylolly.com